Cerdas Buatan

Saturday, March 30, 2019

Ideologi Tidak Akan Pernah Mati!


Ideologi Tidak Akan Perah Mati!

Ideologi tak akan pernah mati. Selama dunia ini ada, ideology akan tetep menyala. Tak akan pernah padam. Setidaknya dalam jiwa para pengembannya. Dalam alam pikiran para aktivis dan partai pengusungnya.

Selama para aktivis partai setia dengan ideologinya. Selama ideologi partai mendarah daging dalam pikiran dan jiwa para akitivisnya. Selama itulah partai akan tetap ada. Tetap eksis. Tetap hidup. Tak lantar otomatis mati. Itulah sejatinya gambaran hakiki hakiki Hizbut Tahrir. Pegemban sejati ideology islam sejak lebih dari 50 tahun lalu.

Sejak awal berdiri tahun 1953 dan didaptarkan secara resmi sebagai partai politik islam yordania, legalitas Hizbut Tahrir (HT) dari rezim saat itu tak sampai seumur jagung. Bahkan hanya dalam hitungan hari saja, legalitas itu dicabut oleh rezim tanpa alasan yang jelas. Sejak itu HT resmi menjadi partai ‘ilegal’ di mata rezim. Persis pada tahun pertama sejak partai itu didirikan oleh Al-Allamah Al Qadhi Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani.

Matikah HT ? Bubarkah parpol ideologisnya islam yang didirikan oleh seorang mujtahid sekaligus mujtahid terkemuka ini ? Tidak sama sekali! Sebab “nyawa” HT, sebagaimana dinyatakan oleh Syaikh Taqi, adalah ideologisnya. Pemikiran atau gagasan yang diemban partai. Sama sekali bukan selembar legalitas dari rezim secular dan otoriter di manapun HT ada. Karena itulah HT sejak lahir terus tumbuh. Perlahan namunn asti. Menjadi partai ideologis islam makin kuat makin besar. Berkembang di lebih 40 negara. Bukan hanya di Negara  Islam. HT juga merambah negara-negara Eropa. Bahkan menembus jantung Amerika Serikat (AS). Termasuk tentu eksis di Tanah Air.

HT makin solid. Makin disegani. Bahkan makin ditakuti. Bukan hanya oleh para rezim lemah antek asing di negeri-negeri Islam. Bahkan oleh negara-negara Barat. Termasuk AS. Sebuah negara adidaya tanpa tanding saat ini.

Bukti ketakutan Barat dan AS terhadap sepak terjang HT adalah adanya narasi tentang bahaya  khilafah di mana HT-lah pengusung sekaligus pejuang utamanya pda masa depan. Narasi ini dilontarkan terus- menerus secara berulang antara lain oleh mantan PM Inggris Tony Blair atau oleh mantan Presiden AS George Bush Jr. juga oleh para politisi dan pejabat pemerintah Barat. Termasuk para pengamat dan ahli politik Barat, seperti Zeyno Baran.

Begitu kahwatirnya dan takutnya terhadap HT dengan gagasan khilafahnya, Seyno Baran merekomendasikan kepada Pemerintah AS untuk terus memantau seiap geliat dan perkembangan HT diseluruh dunia. Sebab HT, Katanya, adalah petarung sejati di medan perang ideologi, yang bisa membahayakan masa depan Kapitalisme global. Apalagi jika HT sukses mendirikan kembali Khilafah yang menjadi misi utamanya.

Kreana itu keputusan pemerintah tahun 2017 lalu untuk mencabut Badan HUkum Perkumpulan (BHP) HTi bukanlah tnada kematian bagi HTI. Apalagi kematian HT. Demikian pula saat beberapa waktu lalu Mahkamah Agung (MA) Makin menguatkan keputusan Pemerintah tersebut, yang sebelumnya juga telah dikuatkan oleh PTUN. Semua itu tak akan merontokan tubuh HT/HTI dan melemahkan para aktivisnya. Apalagi sampai jiwa dan raganya, Gagasan dan pemikirannya. Inilah yang selalu ada dan tetap menyala dakan setiap dada para aktivisnya.

Teladan terbaik pengemban ideologi Islam tentu Baginda Rasullah saw. Beliau tak pernah meundur selangkah pun dalam mendakwahkan ideologi islam. Padahal ragam tantangan dakwah selalu menghdang beliau. Dari mulai cemoohan, hinaan hingga hujatan. Dari mulai diludahi hingga dilempari batu dan kotoran. Dari mulai dikucilkan hingga diboikot sekian tah. Semua itu tak sedikit pun membuat beliau melepaskan ideology Islam yang beliau emban.

Bahkan saat paman beliau, Abu Thalib, yang amat beliau hormati dan cintai, dengan memelas meminta baliau untuk menghentikan dakwah beliau atas permintaan kaum kafir Qurays, beliau tetap bergeming. Para penulis sejarah menyebutkan bahwa kaum Quraisy pernah berkata kepada paman Rasullah saw., Abu Thalib, “Sungguh kami telah meminta engkau melarang anak pamanmu, tetapi engkau tidak sanggup melarang dia. Demi Allah, Kami bersabar lagi mendengar penghinaanya terhadap nenek tuhan-tuhan kami dan pembodoh-bodohan mimpi-mimpi kami hingga salah satu dari dua pihak ada yang binasa.”

Mendengar itu abu Tahlib segera menemui Rasulullah saw. Dan berkata kepada beliau, “keponakanku, sungguh kaummu telah mendatangi aku, sungguh kaummu telah mendatangi aku, dan mengatkan kepadaku begini dan begitu. Karena itu tetaplah  negkau bersamaku. Jagalah dirimi dan jangan bebani aku dengan persoalan yang tak sanggup  aku pikul .”

Namun, ucapan mereka itu tidak sanggup menggoyahkan Rasulullah saw. Bahkan keberanian beliau malah mendorong beliau mengucapkan kata – kata yang senantiasa akan menjadi pelita bagi para pengemban ideology islam di manapun dan kapanpun. Beliau bersabda, “ Paman, Demi Allah, andai mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, supaya aku meninggalkan perkara(dakwah islam) ini, aku tidak akan pernah meninggalkannya hingga agama ini Allah menangkan atau aku binasa karena membelanya. ” (sirah ibnu Katsir)

Sikap teguh Rasullah saw. Dalam mengemban ideologi islam diikuti dalam kadar yang luar-biasa oleh para Sahabat beliau. Lihatlah Bilal bin Rabbah yang pernah dijemur di atas pasir yang panas. Di bawah terik matahari. Lalu dicambuk berkali-kali. lihatlah  Abdullah bin Mas’ud yang dikeroyok kafir Qurays di tengah pasar. Lihat pula Habbab bin al-Arts yang tubuhnya diseret di atas bara api hingga kulit dan dagingnya matang terpanggang. Demikian pula sejumlah Sahabat yang lain. Mereka memilih tetap sabar dan tetap sabar dan tetap teguh memperjuangkan ideologi islam. Tentu karena mereka paham, bahwa zona nyaman dan nyaman di dunia akibat meninggalkan ideologi islam pasti akan berbuah ancaman dan siksaan di akhirat nanti. Mereka pun amat paham, bahwa zona aman dan nyaman yang hakiki hanya dirasakan saat kedua kaki sudah berada di surga yang diimpikan, bukan di dunia yang penuh kepalsuaan.

Insya Allah, begitu pula sikap para aktivisnya HT dalam mengemban ideology Islam ini. Insya Allah akan tetap demikian selama nyawa di kandung badan.

Karena itu jangan harap pencabutan BHP HTI akan menghancurkan dakwahnya atau akan merontokan moral para aktivisnya. Dakwah Syariah dan Khilafah akan tetap bergelora. Bahkan, Insya Allah, dalam kadar yang jauh lebih massif. Itu berarti, sebagai organisasi/partai, HT akan tetap eksis. Tetap hidup. Insya Allah sampai khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah benar-benar mewujud kembali.

Wa ma tawfiqi illa billah.


Monday, March 25, 2019

HUKUM BITCOIN Versi Islam



Di tengah masyarakat tengah berkembang ‘jual beli’ Bitcoin, 

Sejenis alat tukar pembayaran yang diklaim sebagai ‘mata uang’. Nilai Bitcoin saat ini bahkan melambung 17 kali lipat nilainya dalam setahun belakangan. Ini membuat orang tertarik untuk berinvestasi melalui Bitcoin tersebut.

Sayangnya, banyak orang yang tidak tahu tentang komoditas tersebut. Hanya ikut-ikutan karena tergiur keuntungan berlipat ganda. Sebenarnyaseperti apa?Bitcoin bukan mata uang, karena tidak memenuhi syarat mata uang. Karena mata uang yang diterima dan digunakan oleh Nabi SAW adalah mata uang emas dan perak, yaitu Dirham dan Dinar.

Perlu dicatat, bahwa mata uang Islam ini harus memenuhi tiga syarat penting: 
(1) Dasar untuk menilai barang dan jasa, yaitu sebagai penentu harga dan upah; 
(2) Dikeluarkan oleh otoritas yang bertanggung jawab menerbitkan Dirham dan Dinar, 
dan ini bukan badan yang tidak diketahui [majhul]; 
(3) Tersebar luas dan mudah diakses oleh khalayak, 
dan tidak eksklusif hanya untuk sekelompok orang saja.

Berdasarkan tiga kriteria di atas, jelas Bitcoin tidak memenuhi tiga syarat ini. Bitcoin jelas bukan dasar untuk menilai barang dan jasa, yaitu sebagai penentu harga dan upah. Bitcoin juga tidak dikeluarkan oleh otoritas yang bertanggung jawab menerbitkan Dirham dan Dinar, dan ini bukan badan yang tidak diketahui [majhul]. Bitcoin juga tidak tersebar luas dan mudah diakses oleh khalayak, dan tidak eksklusif hanya untuk sekelompok orang saja. Dengan demikian, Bitcoin tidak bisa dianggap sebagai mata uang dalam syariah Islam.

Karena itu, Bitcoin tidak lebih dari sebuah produk. Namun, produk ini dikeluarkan oleh sumber yang tidak diketahui. Ia juga tidak memiliki dukungan. Selain itu, ini merupakan ranah besar penipuan,spekulasi dan kecurangan. Karena itu, tidak boleh memperdagangkannya, yaitu membeli atau menjualnya.

Terutama karena sumbernya tidak diketahui [majhul]. Ini menyebabkan keraguan, bahwa sumber tersebut terkait dengan negara-negara Kapitalis utama, terutama Amerika, atau geng yang terkait dengan negara besar dengan tujuan jahat, atau perusahaan internasional besar untuk berjudi, perdagangan narkoba, pencucian uang dan kejahatan terorganisir.

Kesimpulannya Bitcoin hanyalah sebuah produk yang dikeluarkan oleh sumber yang tidak diketahui [majhul] yang tidak memiliki dukungan nyata. Karena itu terbuka terhadap spekulasi dan kecurangan. Inilah alasan utama, mengapa tidak boleh membelinya karena bukti Syariah yang melarang penjualan dan pembelian produk majhul yang tidak diketahui. Abu Hurairah berkata, “Rasulullah saw. telah melarang jual beli dengan cara melempar batu dan jual beli yang mengandung tipuan. ” [HR Muslim] Makna “penjualan Hasah” adalah saat penjual pakaian mengatakan kepada pembeli, “Saya akan menjual pakaian di mana kerikil yang saya lempar itu berlabuh.” atau “Saya akan menjual kepada Anda barang yang berlabuh kerikil di atasnya”. Jadi, apa yang dijual tidak diketahui, dan ini dilarang.

“Transaksi gharar” yang tidak pasti, yaitu transaksi yang mungkin terjadi atau tidak, seperti menjual ikan di dalam air atau susu yang belum diperah dari kambing, atau menjual apa yang dibawa oleh hewan hamil dan sebagainya. Itu dilarang karena itu adalah Gharar. Jadi, jelaslah bahwa transaksigharar atau yang tidak pasti, merupakan kenyataan dari Bitcoin, yang merupakan produk dari sumber yang tidak diketahui dan diproduksi oleh badan tidak resmi yang dapat menjaminnya, hal ini tentu tidak diperbolehkan untuk membeli atau menjualnya. 

Sumber : https://mediaumat.news/hukum-bitcoin/

Monday, September 17, 2018

Kamu Harus Bisa Bedakan Ciri-ciri Orang Pintar dan Sok Pintar Lewat 6 Hal Ini



Kecerdasan itu seperti penampilan, Bela. Kadang bisa menipu. Maka itu, untuk membedakan mana orang yang benar-benar pintar dan bisa kamu percaya dengan orang yang berlagak pintar, kamu perlu tahu apa saja ciri-ciri orang cerdas. Tidak susah kok membedakannya. Perhatikan saja tujuh indikator di bawah ini dan kamu akan jadi ahli dalam menilai apakah seseorang memang pintar atau cuma sok pintar saja. 

1. Suka Mengumpat
Mengumpat memang bukan kebiasaan yang baik, Bela. Tapi ternyata menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Language Science, orang-orang yang lebih sering mengumpat dan menggunakan kata-kata kasar biasanya lebih pintar dari kebanyakan orang, lho. Dulu memang ada anggapan bahwa orang yang suka mengumpat itu biasanya kurang berpendidikan, pemalas, dan tak bisa mengendalikan diri. Nah, penelitian ini justru memutarbalikkan teori tersebut. Kalau kamu punya kosakata umpatan yang luas, ini berarti kemampuan verbalmu sangat baik. 

2. Berpikir Dengan Cepat
Dalam era teknologi modern, kita dituntut untuk bekerja serba cepat. Entah itu membalas e-mail, menyerahkan tugas, dan menelepon balik. Maka orang-orang yang bisa berpikir dan memberi tanggapan dengan cepat akan jauh lebih disukai. Sementara orang yang sok pintar biasanya akan mengulur-ulur waktu dengan berbagai alasan, padahal dia sedang bingung. 

3. Berani Mengambil Resiko
Orang yang benar-benar pintar justru senang mencari risiko. Walau banyak yang menganggap mereka bodoh, naif, dan nekat, hanya orang pintar lah yang berani ambil risiko berbahaya. Ini karena mereka punya kehausan untuk mendapatkan pengalaman belajar yang memaksa mereka keluar dari zona nyaman. Dengan begitu, mereka bisa memuaskan rasa penasaran mereka dan melatih diri untuk menguasai berbagai keadaan. ​

4. Hobi Bergadang
Mungkin kamu sudah sering dengar yang satu ini. Jangan berkecil hati kalau kamu sering ditegur orangtuamu karena tidur larut malam dan bangun siang. Orang yang suka begadang ternyata cenderung lebih kreatif dan pintar dari orang-orang yang tidur cepat.
5. Sharing dan Googling
Orang yang pintar tak akan terlalu lama berdebat dan mengganggu orang lain dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti, "Seberapa jauh jarak dari kantor ke mal terdekat?" dan "Apa bedanya film drama dan film romantis?". Mereka akan gerak cepat dan segera mencari jawabannya di Google. Nah, kalau orang sok pintar biasanya akan mengotot tapi tidak benar-benar punya landasan yang kuat. 

6. Tahu Kapan Seseorang Berbohong
Apakah kamu bisa langsung mencium bau-bau kebohongan yang keluar dari mulut seseorang? Atau kamu sering dimintai pendapat orang lain untuk menganalisis suatu keadaan? Pokoknya kamu jago banget deh, bermain detektif-detektifan. Kalau iya, berarti kamu bukan cuma sok pintar. 

Intinya Setiap Perbuatan yang ada di Ciri-ciri ini berarti bisa jadi benar bisa jadi salah...
Yang terpenting hanya perasaan seseorang yang bisa menilai.... 
Atau Ghorizatunnass(Naluri Manusia).


Sunday, September 16, 2018

Metode berpikir dangkal, berpikir mendalam dan berpikir cemerlang




1). Berpikir dangkal merupakan pemikiran kebanyakan manusia. Berpikir mendalam terdapat pada para ulama intelektual). Sedangkan berpikir cemerlang merupakan pemikiran para pemimpin dan orang-orang yang berpikir cemerlang dari kalangan para ulama dan umumnya manusia.Berpikir dangkal adalah hanya memindahkan fakta ke dalam otak, tanpa membahas fakta lainnya, atau tanpa berusaha mengindera hal-hal yang berkaitan dengan fakta tersebut, kemudian mengaitkan penginderaan tersebut dengan informasi-informasi yang berkaitan dengannya. Juga tanpa ada usaha mencari informasi-informasi lain yang berkaitan dengan fakta. Kemudian setelah itu keluarlah keputusan yang dangkal terhadap fakta tersebut. Pemikiran seperti ini kerap terdapat pada berbagai kelompok manusia, orang-orang yang rendah taraf berpikirnya, serta orang-orang cerdas yang tidak terpelajar.



2). berpikir mendalam adalah mendalam dalam berpikir. Maksudnya mendalam dalam mengindera suatu fakta, dan mendalam dalam informasi yang berkaitan dengan penginderaan tersebut untuk memahami suatu fakta. Jadi berpikir mendalam tidak hanya sekedar mengindera sesuatu dan tidak cukup dengan hanya informasi awal untuk mengaitkannya dengan penginderaan, seperti halnya pada berpikir yang dangkal. Berpikir




mendalam dilakukan dengan mengulang penginderaan fakta dan berusaha menginderanya lebih banyak dari penginderaan sebelumnya, baik dengan jalan percobaan atau dengan mengulang penginderaan. Berpikir mendalam juga dilakukan dengan mengulang pencarian informasi-informasi lain di samping informasi-informasi awal yang telah ada. 




Berpikir mendalam juga dilakukan dengan mengulang pengaitan informasi dengan fakta secara lebih banyak dari yang telah dilakukan sebelumnya. Baik dengan cara mengamatinya dengan berulang-ulang atau dengan mengulangi kembali pengaitan tersebut. Dengan demikian, dari tipe penginderaan, pengaitan dan informasi yang seperti ini, akan dihasilkan pemikiran-pemikiran yang mendalam baik merupakan kebenaran maupun bukan kebenaran. Dan dengan mengulang-ulang dan membiasakannya maka akan terwujudlah proses berpikir secara mendalam. Berpikir mendalam adalah berpikir yang tidak cukup dengan sekedar penginderaan pertama, informasi yang pertama/awal, serta pengaitan yang pertama antara informasi dengan fakta. Berpikir mendalam merupakan langkah kedua setelah berpikir dangkal. Berpikir mendalam merupakan pemikiran para ulama (intelektual) dan para pemikir, meskipun tidak harus merupakan pemikiran kaum terpelajar. Jadi,



berpikir mendalam adalah mendalam dalam penginderaan, informasi, dan pengaitan.





3). Berpikir cemerlang adalah berpikir mendalam itu sendiri ditambah dengan memikirkan segala sesuatu yang ada di sekitar fakta dan yang berkaitan dengan fakta untuk bisa sampai kepada kesimpulan yang benar. Dengan kata lain berpikir mendalam adalah mendalam dalam berpikir itu sendiri, sedangkan berpikir cemerlang adalah selain mendalam dalam berpikir, juga memikirkan segala sesuatu yang ada di sekitar fakta dan yang berkaitan dengan fakta, untuk sampai kepada tujuan tertentu, yaitu kesimpulan yang benar. Karena itu setiap proses berpikir cemerlang merupakan proses berpikir mendalam. Tetapi tidak mungkin proses berpikir cemerlang berasal dari berpikir dangkal. Dan tidak setiap berpikir mendalam merupakan berpikir cemerlang. Sebagai contoh adalah seorang ahli atom yang meneliti pembelahan atom, ahli kimia yang meneliti susunan segala sesuatu (senyawa), serta seorang fakih yang membahas penggalian hukum dan pembuatan ndang-undang. Mereka dan orang semisalnya, ketika membahas benda-benda dan hal-hal tersebut, mereka membahasnya dengan mendalam.





Andaikata tidak terdapat kedalaman dalam berpikir tentu mereka tidak akan mendapat kesimpulan yang gemilang. Tetapi meski demikian mereka tidak termasuk para pemikir yang cemerlang. Juga pemikiran mereka tidak disebut pemikiran cemerlang. Karena itu, tidaklah mengherankan jika Anda menemukan seorang ilmuwan atom telah menyembah kayu (salib), padahal bila ia berpikir secara cemerlang sedikit saja, dia akan menyimpulkan bahwa kayu tersebut tidak bisa memberikan manfaat atau mudharat, dan bahwa kayu bukan termasuk sesuatu yang layak disembah. Begitu juga bukan hal yang aneh jika Anda




menemukan orang yang ahli undang-undang yang mempercayai adanya orangorang suci dan dia menyerahkan dirinya kepada orang suci tersebut agar bisa mengampuni dosa-dosanya. Hal ini disebabkan kedua macam orang tersebut dan yang semisalnya memang berpikir mendalam tapi tidak cemerlang. Andaikata mereka berpikir secara cemerlang, maka meraka tidak akan menyembah kayu dan tidak akan mempercayai adanya orang-orang yang suci dan meminta ampunan dari mereka. Benar, orang yang berpikir mendalam hanyalah mendalam pada objek yang dia pikirkan, bukan pada yang lainnya. Maka bisa saja seseorang berpikir mendalam ketika memikirkan pembelahan atom atau pembuatan undangundang, tetapi berpikir dangkal dalam hal lainnya. Benar faktanya memang




demikian. 





Tetapi ketika seseorang membiasakan berpikir mendalam, ini akan menjadikannya berpikir mendalam pada hal-hal lain di luar objek yang dia pikirkan, terutama pada perkara-perkara yang berkaitan dengan masalah besar (al-uqdatul kubro) atau cara pandang dalam kehidupan. Tapi tiadanya kecemerlangan dalam berpikir, akan menjadikannya terbiasa berpikir mendalam saja, atau terbiasa berpikir dangkal, dan bahkan akan terbiasa berpikir rendah (at-tafkir as-sakhif, stupid thinking). Karena itu berpikir mendalam saja tidak cukup untuk membangkitkan manusia dan meningkatkan taraf berpikir mereka, melainkan harus ada kecemerlangan dalam berpikir sehingga terwujudlah keluhuran dalam berpikir (kebangkitan).


Wednesday, September 12, 2018

Google Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Deteksi Konten Pelecehan Seksual Anak



Nih Sobat Cerdas.. baru-baru ini google meluncur AI untuk memberantas para oknum omes yang suka upload foto atau pun video tidak senonoh khusus untuk  melindungi anak-anak. intinya  ntar ada pelindung baru di google lah  berikut penjelasnya.   

Zaman Sekarang, bayak kasus pelecehan seksual yang terjadi di ranah maya. Mirisnya, tak sedikit kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak di bawah umur.

Untuk memerangi hal ini, Google baru saja meluncurkan tool khusus berbasis kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence) gratis yang dapat membatu perusahaan dalam mengidentifikasi gambar terkait dengan konten pelecahan seksual anak di internet.

perusahaan teknologi yang di Amerika Serikat (AS) tersebut juga mengkonfirmasi bahwa tool ini bisa membantu para pengguna untukk mengindentifasi konten pelecehan anak lebih akurat hingga 700 persen ketimbang yang sebelumnya.

"Identifikasi cepat terhadap gambar-gambar dengan konten pelecahan seksual dapat diidentifikasi secara mudah, " ujar pimpinan Google Nikola Todorovic seperti BGR, Kamis (6/9/2018).

Pengembangan tool kecerdasan ini pun diapresiasi oleh Internet Watch Foundation, sebuah organisasi sosial inggris yang bertujuan untuk mengurangi konten yang berbau pelecahan seksual anak.

"Kami, khususnya para analis, sangat bersemangat menyambut pengembangan tool berasis AI yang dapat membantu sumber daya manusia dan untuk me-review kembali dalam skala yang lebih besar, " tutur Susie Hargreaves, CEO Internet Watch Fondation.

*Catatan : Tolong ingatkan apabila ada salah cetak/typo Terima Kasih!

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/3637004/google-manfaatkan-kecerdasan-buatan-untuk-deteksi-konten-pelecehan-seksual-anak

Sunday, September 9, 2018

Pintar dan Cerdas Beda Lho Bu, Ini Perbedaanya

 Pintar dan Cerdas Beda Lho  Bu, Ini Perbedaan
Pintar dan Cerdas Beda Lho Bu, Ini Perbedaanya

Seringkali Ibu beranggapan bahwa pintar dan cerdas memiliki makna yang sama. Banyak orang mengaitkan kata pintar dan cerdas. Kata pintar dan cerdas memang merupakan sesuatu kata yang maknanya hampir sama, tetapi definisi sebenarnya sangatlah berbeda.

Sebaiknya kepintaran itu diiringi dengan kecerdasan. Oleh karena itu, yuk Bu kenali lebih lanjut definisi dan perbedaan dari pintar dan cerdas. Agar Ibu bisa mengembangkan setiap potensi si kecil agar memiliki kepintaran dan kecerdasan yang saling melengkapi.



Pintar
Arti pintar adalah mengetahui, pandai, memiliki ilmu. Tak heran jika pintar selalu dikaitkan dengan prestasi akademik, karena orang pintar selalu bergelut pada ilmu. Orang pintar mampu mencerna apapun dengan sempurna sehingga memiliki pengetahuan yang sangat luas, dan pengetahuan tersebut lah yang menjadi senjata utamanya. Orang pintar juga dikenal akan disiplin dan teratur, sehingga ia selalu mampu mengerjakan setiap hal yang diperintahkan.





Namun pintar dibatasi oleh waktu dan proses. Orang pintar butuh proses dan tahapan untuk mempelajari suatu hal terlebih dahulu dengan jangka waktu tertentu, sampai akhirnya ia mengetahui sepenuhnya akan hal yang dipelajarinya tersebut. Selain itu, orang pintar juga biasanya hanya bisa menjawab hal-hal yang dipelajarinya, dan terpaku pada hafalan bukan pengertian. Jika menurut teori berkata A, maka itulah yang akan ia ingat terus.

Dengan demikian, sebenarnya semua orang berpotensi menjadi pintar, asalkan mau belajar dengan tekun sampai akhirnya menguasai suatu hal dengan baik.



Cerdas
Berbeda dengan pintar yang membutuhkan proses, cerdas merupakan anugerah bawaan dari lahir dan tak bisa dicari. Oleh karena itu, orang cerdas seringkali berimprovisasi dan lebih kreatif dalam melakukan sesuatu. Kemampuan berfikir orang cerdas sangatlah cepat, sehingga ia sangat mudah mengerti, memahami, dan menangkap maksud dari suatu kondisi atau keadaan.

Menurut, Kamus Besar Bahasa Indonesia 2001, salah satu arti kata cerdas adalah tajam fikiran. Orang cerdas tidak terpaku pada teori namun lebih terhadap pemahaman konsep. Bagi orang cerdas, senjata utamanya adalah logika, dan pengetahuan yang ia dapat dari teori hanyalah sebagai pendukung. Tak heran jika orang cerdas, tidak hanya menguasai satu materi yang itu-itu saja, biasanya orang cerdas mampu menguasai beberapa bidang tertentu, seperti musik, olahraga, seni, dan lainnya.

Berbeda dengan orang pintar yang disiplin dan teratur, biasanya orang cerdas justru terlihat lebih santai. Namun bukan dalam arti negatif, orang cerdas tahu kapan ia harus santai dan serius, karena orang cerdas sangat fleksibel. Orang cerdas lebih mengandalkan pikiran kritis dan pengalaman. Secara emosional, orang cerdas cenderung lebih stabil emosinya dibanding orang pintar.